Jakarta – Kehadiran mobil China cukup menghebohkan dunia otomotif Indonesia. Ditambah lagi harganya yang murah tentu membuat sebagian orang untuk beralih ke mobil-mobil merek negeri Tirai Bambu itu.

Banyak juga yang justru membandingkan dengan produsen mobil Jepang, Korea, hingga Amerika karena harga jual mobil China ini lebih murah. Apalagi saat masuk ke RI penjualan mobil China seperti Wuling cukup menjanjikan. Bahkan bisa menyalip kompetitornya yang sudah lebih dulu hadir di sini.

Produsen mobil asal Korea Selatan seperti Hyundai dan Kia misalnya. Sudah masuk ke Indonesia jauh sebelum Wuling, dua produsen itu dinilai tak serius alasannya mereka tak membangun pabrik dan menguatkan layanan purnajual agar konsumen tak kesulitan saat mobil mengalami masalah.

Meski begitu Hyundai ogah kalau harus dibandingkan dengan produsen mobil China. Presiden Direktur Hyundai Mobil Indonesia Mukiat Sutikno mengungkap keduanya berada di segmen yang berbeda. Sehingga kehadiran mobil China tidak ada pengaruh banyak terhadap penjualan mobil Hyundai di Indonesia.

“Nggak ada pengaruhnya. Target segmen kami masih beda, menengah ke atas,” jelas Mukiat saat dihubungi detikOto, Senin (3/9/2018).

Secara penjualan, mobil Hyundai memang kalah dari Wuling yang baru masuk satu tahun di Indonesia. Berdasarkan data distribusi wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), selama tujuh bulan tahun 2018 Hyundai secara total menjual 637 unit mobilnya.

Selisih cukup jauh dicatatkan Wuling. Dengan dua model yang dimilikinya Wuling mampu menjual 9.248 unit mobilnya di Indonesia dalam periode yang sama.

Sumber : https://oto.detik.com/mobil/d-4196206/hyundai-ogah-dibanding-bandingkan-dengan-mobil-china?_ga=2.32578622.1893437006.1538708419-727027313.1537206080